Minggu, Mei 09, 2010
???
Jumat, April 30, 2010
Tujuan Pramuka...
Di setiap sekolah baik dari SD,SMP maupun SMA siswa-siswanya diwajibkan untuk mengikuti kegitan ekstrakurikuler Pramuka. Kenapa si Pramuka itu menjadi kegiatan ekskul yang wajib??? Kegiatan Pramuka wajib karena selain belajar mata pelajaran di sekolah,siswa juga di latih tentang kedisiplinan, maka dari itu pihak sekolah mewajibkan kegiatan ekskul Pramuka. Ada beberapa tujuan dari Pramuka yaitu, melatih siswa agar disiplin,mandiri,mau bekerja,mempunyai rasa tanggung jawab,mempunyai jiwa korsa (rasa setia kawan),berbakti kepada orang tua,guru,menghargai waktu,menghargai bendera kebangsaan,dan masih banyak lagi. Tapi kebanyakan siswa tidak mengerti apa itu tujuan Pramuka sebenarnya,kebanyakan dari mereka menganggap Pramuka itu tempat untuk penggojlokan,dan pemberian hukuman, padahal sebenarnya Pramuka tidak pernah menggojlok dan menghukum anggotanya jika anggotanya tidak melanggar aturan, dan jika di hukum hukuman itu semata-mata agar para anggotanya mengerti akan kesalahan yang di perbuat dan dapat menanggung jawabkan perbuatannya tersebut.... Bagi para pelajar,,,jangan pernah malas untuk Pramuka lakukan saja dengan "IKHLAS BHAKTI BINA BANGSA, BERBUDI BAWA LAKSANA" jika kalian IKHLAS kalian akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga.
Kamis, April 29, 2010
Beberapa Obyek Wisata di Wonosobo
No Obyek Wisata
1 Telaga Cebong di Desa Sembungan Kec. Kejajar ( 30 Km dari Wonosobo )
2 Gunung Si Kunir Desa Tieng Kec. Kejajar ( 20 Km dari Wonosobo )
3 Air Terjun Si Karim yang terletak di desa Mlandi Kec Garung ( 20
Km sebelah utara Wonosobo )
4 Sendang Sorodilogo di Pagerejo Kec. Kertek
6 Air Terjun Wonojoyo yang terletak di desa Bomerto Kec Wonosobo ( 9 Km dari arah Kota Wonosobo ) dengan bumi perkemahan yang indah.
7 Candi Bongkotan di desa Bojasari Kec. Kertek ( 12 Km Tenggara kota Wonosobo )
9 Wisata Gunung Kelir di desa Kupangan Kec. Sokoharjo ( 18 Km arah barat daya kota Wonosobo ) dengan keindahan matahari terbenam yang sangat menawan
10 Curug Winong di Desa Winongsari ( 20 Km arah selatan kota Wonosobo ) dengan bumi perkemahan yang sangat indah dan nyaman
11 Hutan Wisata Patarana dengan air terjun yang sangat tinggi dan indah ( 23 Km arah Timur kota Wonosobo ), juga terdapat agro wisata dengan tanaman langka
12 Wana Wisata Ngebrak desa Warangan Kec. Kepil ( arah 27 Km arah kota Wonosobo ) terdapatnya Balai Desa Kuno dengan jalan setapak yang sangat indah serta bumi perkemahan
13 Grojogan Si Curug Dumajaran di Desa Beran Kec. Kepil ( 21 Km arah kota Wonosobo ) dengan air terjun yang sangat indah
14 Agro Wisat Tanjungsari Desa Sedayu Kec. Sapuran ( 17 Km arah kota Wonosobo ) dengan kawasan pabrik teh yang sangat indah dan banyak terdapat tempat bersejarah
15 Gunung Gumantung Desa Dempel Kec Sapuran ( 23 Km arah kota Wonosobo ), sangat tepat untuk wisata panjat tebing dengan jalan setapak berliku serta untuk tempat peristirahatan yang nyaman
16 Rumah adat di Desa Kalidadap Kec. Wadaslintang ( dekat dengan Waduk Wadaslintang )
17 Pendakian gunung Sumbing dan Sindoro
Tingkat Kelulusan SMA/MA dan SMK di Wonosobo Mencapai 89,58 persen

Wonosobo, 26-04-2010.Senin, 26 April 2010 hasil Ujian Nasional SMA/MA dan SMK secara serentak diumumkan.
Kepala Bidang Pendidikan SMA dan SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Wonosobo, drs. Margiono, ketika ditemui Humas Setda, di ruang kerjanya menjelaskan, tingkat kelulusan siswa SMA/MA dan SMK tahun pelajaran 2009/2010 di Kabupaten Wonosobo mencapai 89,58 persen. Dari 4.222 siwa yang mengikuti ujian, yang dinyatakan lulus 3.782 siswa atau 89,58 persen. Siswa yang tidak lulus sebanyak 440 anak atau 10,42 persen, dari 34 sekolah, dua sekolah diantaranya berhasil meluluskan siswanya 100 persen, yakni SMA 1 dan SMA Kristen Wonosobo.
Margiono menjelaskan, bagi siswa yang tidak lulus diberi kesempatan mengikuti Ujian Nasional (UN) ulangan. UN ulangan akan diselenggarakan mulai tanggal 10 hingga 14 mei 2010 di sub rayon masing-masing. Mereka hanya diperbolehkan mengikuti ujian ulangan terhadap mata pelajaran yang belum memenuhi nilai standar kelulusan.
Sementara itu, tingkat kelulusan siswa SMA/MA dan SMK tahun pelajaran 2008/2009 di Kabupaten Wonosobo mencapai 98,32 persen. Dari 3.801 siswa yang mengikuti ujian, 3.729 anak dinyatakan lulus. Untuk meluapkan rasa kegembiraanya, sebagian siswa berkumpul di alun-alun, melakukan aksi corat coret di baju seragam sekolah.
Mereka juga melakukan pawai kendaraan roda dua. Untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas kepolisian dari Polres Wonosobo, melakukan penjagaan di alun-alun dan patroli keliling kota. (Humas)
Rabu, April 28, 2010
Syuting FTV "SCTV"
Ini Kak Rio,Kak Eko Mulyadi ma Kak Mayang yg sedang break dan mempelajari scrippingnya

bareng kak Prisia Nasution di Gedung Sasana Adipura

ini kak Yogi Finanda,kak Ofemix,ma kak Chika Wa'ode sedang acting chek in di Hotel Kresna di layani mbak ayu

ini dia manager kita Bu. Arum yang selalu nemenin kita di lokasi syuting,,,,

duhhh kasiannn kak Kaemita Boediono sedang nunggu giliran take di Hotel Kresna....

ini kak Rio Dewanto ma kak Prisia Nasution sedang acting di alun-alun...

suasana take di kantor Pertanian

ini dia kita, sedang nunggu gilran take,,,,,,bernarsis-narsis ria dulu... hhaa

kak Eko Mulyadi sedang jadi penjual bunga di pasar, kak Kaemita Boediono mau beli tu....

kak Ramon Y. Tungka ma kak Atiqah Hasiholan yg sedang break syuting

waduhhh emank pada narsis semua ya,,,,,,,hhee, ini di Gedung DPRD

kak Ben Joshua masih nunggu crew persiapan.......

sebenernya masih banynak lagi si foto-fotonya....tapi kapan-kapan aku kasih lagi deh,,,,,,,
Minggu, Desember 13, 2009
“Sekali melangkah pantang menyerah, Sekali tampil harus berhasil” “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan”

Brigade Mobil (Brimob) adalah kesatuan yang dikenal sebagai Korps Baret Biru dalam tubuh Kepolisian Negara Republik indonesia. Brimob merupakan pasukan khusus dalam jajaran institusi Polri, karena memiliki lingkup tugas khusus yaitu menanggulangi situasi darurat, membantu tugas kepolisian kewilayahan dan menangani kejahatan dengan tingkat intensitas tinggi, yang menggunakan senjata api dan bahan peledak, melaksanakan operasi yang membutuhkan aksi yang cepat, situasi pertolongan pada Bencana Alam (SAR), Pertempuran Jarak Dekat (dalam kota), dan sebagainya. Brimob telah banyak melakukan tugas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Brimob pertama-tama terbentuk dengan nama Pasukan Polisi Istimewa. Kesatuan ini pada mulanya diberikan tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota. Pada 14 November 1945 Perdana Menteri Sutan Sjahrir membentuk Mobile Brigade (Mobrig) sebagai ganti Pasukan Polisi Istimewa. Tanggal ini ditetapkan sebagai hari jadi Korps Baret Biru. Pembentukan Mobrig ini dimaksudkan Sjahrir sebagai perangkat politik untuk menghadapi tekanan politik dari tentara dan sebagai pelindung terhadap kudeta yang melibatkan satuan-satuan militer. Di kemudian hari korps ini menjadi rebutan antara pihak polisi dan militer. Pada 14 November 1961 bersamaan dengan diterimanya Pataka Nugraha Sakanti Yana Utama, satuan Mobrig berubah menjadi Korps Brigade Mobil (Korps Brimob).
Mako Korps Brimob Polri terletak di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Satuan I Gegana dan Satuan III Pelopor juga berkedudukan di Kelapa Dua, Sedangkan Satuan II Pelopor berkedudukan di Kedung Halang Bogor. Gegana adalah bagian dari Brimob. Pada tahun 1995, dengan adanya pengembangan validasi Brimob, Detasemen Gegana ditingkatkan menjadi resimen tersendiri, yakni Resimen II Brimob yang sekarang berubah nama Sat I Gegana. Tugas utama Gegana antara lain mengatasi situasi terorisme, jihandak (penjinakan bahan peledak), pembebasan Sandera (situasi krisis).
Jumat, Juli 10, 2009
Inilah pesan terakhir menjelang 113 hari meninggalnya Jacko…
Dikutip dari laman The Sun, Jumat 26 Juni 2009, 113 hari menjelang kematiannya, Jacko sempat mengatakan bahwa rangkaian konser bertajuk ‘This Is It’ di O2 Arena London itu akan menjadi konser terakhirnya.
“This Is It. Saya hanya ingin katakan bahwa konser itu akan menjadi penampilan terakhir saya,” kata Jacko saat konferensi pers 5 Maret 2009 lalu, terkait konsernya di London pada Juli 2009. “Saya akan bawakan lagu-lagu yang ingin didengar para penggemar. Ini konser terakhir saya, sampai jumpa di bulan Juli.”
Batalnya konser membuat sekitar 80 ribu fans Jacko kecewa. Sejak beberapa bulan lalu, mereka telah memegang tiket konser seharga £ 50 (Rp 850 ribu dengan asumsi £ 1 = Rp 17 ribu) dan £ 75 (Rp 1,275 juta). Bahkan mereka yang memilih tempat duduk di dekat panggung telah menebus tiket seharga £ 175 million (Rp 2,975 juta).
Sebelum berita kematian Jacko, penyelenggara konser ‘Kembalinya Jacko’ ini sempat mengumumkan menunda konser selama lima hari dengan alasan tim Jacko masih membutuhkan waktu gladi resik. Kala itu penyelenggara acara membantah Jacko sakit.
Kenny Ortega, promotor tour konser Jacko di London, mengatakan, sekitar sebulan lalu saat memantau persiapan konser Jacko di Los Angeles, ia melihat sang bintang sangat antusias. “Dia sangat bersemangat dengan ide-ide cemerlang, dia sangat menikmati pekerjaannya,” ujarnya.
Namun semua mimpi itu sirna. Sang bintang legendaris menghembuskan nafas terakhirnya sebelum mimpi terakhirnya terwujud. Sang bintang meninggal di usia 50 tahun akibat gagal jantung pada Kamis siang, 25 Juni 2009, waktu Amerika
Senin, Mei 25, 2009
Libur Panjang
Jumat, Mei 22, 2009
Ikut Casting...
Rabu, Mei 13, 2009
US IPS Gila ... ... ... ... ... ...
Huhu hari ini tu US IPS gila dah materinya banyak da IPS Sejarah,Geografi ma Ekonomi di jadiin satu tapi waktu yang di kasih wat ngerjain cuma bentar doank. huhuhu apa lagi yang ngawasin,,,dah soalnya sulit yang ngawasin juga sulit. Huhu katanya pingin lulus 100% tapi soal sulit gini gak boleh contek-contekan. Gimana mau lulus 100%..........
Sabtu, Mei 02, 2009
UJIAN NASIONAL ITU SIA-SIA
Bagaimana anda memandang ujian nasional dalam sistem pendidikan nasional?
Sebelumnya,paling tidak ada manfaatnya untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Seharusnya,kalau sudah ada ujian nasional,tidak ada lagi ujian masuk perguruan tinggi. Evaluasi belajar kan yang tahu anak,guru dan orang tua. Evaluasi untuk standarisasi tidak harus akhir tahun,bisa kapan saja. Jadi tidak ada lagi proses belajar yang enam tahun di SD,tiga tahun di SMP,tiga tahun di SMA hilang dalam satu-dua hari saja. Ujian nasional yang menghabiskan banyak uang itu sia-sia karena untuk masuk perguruan tinggi juga masih harus tes lagi dan hasil ujian nasional tidak berlaku. Itu kan hanya penanda anak lulus sekolah sesuai dengan keinginan pemerintah,bukan kemampuan anak. Harusnya ujian semacam itu tak usah di ulang-ulang,hanya pemborosan dan hasilnya tidak sehat bagi sekolah-sekolah,karena terus berorientasi pada hasil bukan pada proses. Penyamarataan nilai lebih baik langsung di sekolah masing-masing bukan di standarkan secara nasional.
Dampak ujian nasional? sekolah-sekolah hanya konsentrasi ke ujian nasional. Akibatnya mereka mereka berlomba-lomba memberikan materi sesuai dengan ujian saja,tak peduli pada yang lain. Proses juga di kesampingkan yang penting hasilnya kalau bisa lulus 100%. Bahkan ada yang memberikan materi tambahan serta mengundang lembaga bimbingan belajar,seolah-olah tidak percaya dengan apa yang diajarkan. Proses belajar bertahun-tahun hilang selama dua-tiga hari. Ini tidak sehat!!! Saya sudah menyuarakan sejak bertahun-tahun silam,namun tampaknya yang mau ngrusak pendidikan kita lebih banyak,sehingga tak peduli dengan kritik dan saran. Kalau pendidikan itu sebuah proses,ujian nasional bertentangan dengan misi tersebut. Penilaian proses pendidikan dari kelas satu sampai tiga harusnya jadi acuan. Yang penting proses bagaimana mengangkat anak-anak yang tidak tahu apa-apa,tidak mengerti apa-apa menjadi tahu,mengerti dan paham. Bagaimana filosofi belajar untuk mendapatkan ilmu? Mendidik itu harus memnusiakan orang,mereka yang belum tahu harus di ajari sampai bisa,jangan dibiarkan begitu saja. Dosa besar membiarkan anak-anak taktahu dan hanya meliri anak-anak pandai. Inilah potret pendidikan kita,yang bodoh-bodoh dibiarkan dan yang pandai di kumpulkan. Yang tidak tahu atau yang masih bodoh itu mari kita didik bersama agar menjadi tahu. Jadi tidak perlu standarisasi ujian nasional dan sentralisasi? Saya tolak mentah-mentah pola seperti itu. Hapus ujian yang tersentralisasi begitu dan biarkan berkembang menurut budaya masing-masing. Sekolah-sekolah sebenarnya bisa berkembang sesuai dengan kemampuannya masing-masingdengan ciri khas sendiri-sendiri. Inilah proses. Lain halnya jika mengajar nilai akhir. Nilai bagus dan instan tak ada gunanya,yang lulus juga berbudaya instan,tak ada artinya. Jadilah mereka preman-preman intelektual. Terus bagimana solusinya? Cabut UU Sistem Ujian Nasional yang malah membelenggu masyarakat,yang tidak meredakan itu. UU Pendidikan yag dulu sudah bagus tapi malah diganti UU yang bernuansa politis,anak-anak sekolah diajak beramai-ramai untuk demo,seolah-olah setuju UU itu. Tapi semua sudah terlanjur rusak-rusakan. Kalau mau berubah ya policy-nya harus diubah dulu. Kalau UU sudah di cabut,diganti UU yang pro rakyat bukan pasar. Hilangkan sentralisasi. DOSA BESAR MEMBIARKAN ANAK-ANAK TAK TAHU DAN HANYA MELIRIK ANAK-ANAK PANDAI,INILAH POTRET PENDIDIKAN KITA: YANG BODOH-BODOH DI BIARKAN YANG PINTAR DIKUMPULKAN
(sumber: koran suara merdeka hari Minggu tanggal 19 April 2009)
Kamis, April 30, 2009
Ujian Selesai
waktu hari ketiga dan keempat ini huh gila ruangan aku dapet pengawas dari SMP 1 yang super judes,,,masak ngawasin aja pake acara jalan-jalan segala padahal kan peraturannya pengawas tu gak boleh jalan-jalan pa lagi keliling tu kan bikin peserta UN gak konsentrasi (alias sulit buatnyontekny,hehehe) waktu mapel matematika aja temen aku ada yang ketauan nyontek....tapi untung aku gak ketauan. huhu. Tadi pagi ada temenku yang nglaporin pengawas saat mapel matematika kemaren ke kepala sekolah. Nah tadi hari terakhir aku kira ruanganku dapet pengawas yang enak kaya waktu hari-hari pertama eeeehhhh ternyata ni malah raja hutan yang ngawasin kalau yang ni tu pengawasnya gak mau duduk,dia duduk cuma pertama masuk dan ngisi daftar absensi siswa doang pas bel tanda mulai bunyi dia langsung berdiri sampai bel tanda selese bunyi,,,(gila tu orang kuat banget ya berdiri 2 jam,to orang emang seneng berdiri apa masih bisulen jadi gak bisa duduk,,,?? hehehehehe) Tapiuntunglah sekarang dah selese jadi tinggal nunggu pengumuman doang,,,,,,,,,mudah-mudahan aku bisa lulus dengan baik.........sehingga bisa masuk ke SMA 1..... Amin
Sabtu, April 18, 2009
Ujian 9 Hari Lagi
Selasa, Maret 31, 2009
Hari Basah
Rabu, Maret 25, 2009
Bubur Ayam
Bahan Bubur
250 gr beras, cuci sekali aja, tiriskan
1 liter air dan lebih
garam secukupnya
merica halus secukupnya
Topping dan pelengkap
Daging ayam rebus, suwir2
Cakue goreng, iris tipis
Hati-Ampela goreng, potong
Kacang kedelai goreng
Bawang daun, iris tipis
Merica putih bubuk
Kecap manis
Kecap asin
Kerupuk
Sambal cabe rawit
Cara membuat
1. Didihkan air, masukkan beras, didihkan
2. Kecilkan api, masak sampai beras menjadi bubur, aduk sesekali agar ga gosong, tambahkan air jika diperlukan
3. Masukkan garam aduk
4. Tuang ke mangkuk, bubuhi topping sesuai selera, sajikan hangat
Nah cukup mudah kan cara membuatnya....??? Jadi kalau mau pada buat bubur ayam jangan lupa aku juga di kasih ya...
hehe
Selasa, Maret 24, 2009
Mienya Orang Wonosobo Ya Mie Ongklok

Bahan :
750 ml kaldu daging
3 sendok makan tepung kanji
3 sendok makan kecap manis
300 gram mi basah
100 gram kol, iris kasar
10 pohon kucai, iris halus
2 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu Halus :
2 siung bawang putih
1/4 sendok teh merica
1/2 sendok teh garam
Cara Membuat :
Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan kaldu lalu kentalkan dengan air sagu. Biarkan mendidih. Angkat.
Masukkan mi dan kol dalam saringan lalu rebus sambil diongklok atau dikocok sampai matang.
Masukkan mi dan kol ke dalam mangkuk lalu siram dengan kuah. Taburkan kucai. Sajikan panas.
untuk 6 porsi
Nah mudah kan cara membuatnya..??? Resep itu Yodhi dapet dari Sedap-sekejap.com
Oh ya kalau kalian ingin membuat tempe kemul juga mudah kok ni Yodhi kasih caranya juga
Bahan:

300 gr tempe, potong lebar tebal ½ cm
minyak untuk menggoreng
200 ml air
100 gr tepung terigu
1 btr telur, kocok lepas
Haluskan:
3 cm kunyit
5 cm kencur
3 siung bawang putih
1 sdt garam
Cara Membuat:
1.Aduk bumbu halus, tepung terigu, telur, dan air hingga rata.
2.Masukkan potongan tempe.
3.Goreng tempe satu per satu sambil dibalut tepung. Masak hingga kecokelatan, hidangkan hangat dengan cabai rawit.
Bahan:- 1 liter air
- 100 gr gula pasir
- 2 buah jahe, dimemarkan
- 1 lembar daun pandan wangi, dipotong-potong
- Semua bahan dicampur menjadi satu, kecuali air direbus sampai mendidih, masukkan bahan tersebut aduk sampai gulanya larut, dan pandannya menjadi layu, cicipi bila kurang manis tambahkan gula. Dihidangkan dalam keadaan hangat
Try It Some ya......
Sabtu, Maret 21, 2009
Pingin Gampang Dapetin Soal UN?

Buat temen-temen yang mau Ujian Nasional (UN) tapi masih bingung dengan soal-soal yang tipa hari di kerjain di sekolah maupun di tempat les...??? Nah kebetulan kalian bisa dengan mudah dapetin soal-soal itu di sini,caranya mudah kok tinggal klik aja link berikut ini nanti kalian bisa dapetin soal-soal yang kalian inginkan. http://www.banksoal.sebarin.com nah nanti kalian hanya tinggal download sendiri. Selamat mencoba dan semoga Ujian kalian bisa mendapat nilai bagus dan sukses selalu ya....
Jumat, Maret 20, 2009
Tanda-tanda Kiamat
Bagaimana dengan kiamat yang sebenarnya? Tentu saja lebih dahsyat, lebih besar, dan lebih mengerikan. Dan Alquran banyak menyebutkan tentang kejadian di hari kiamat. Terjadinya kiamat adalah hal yang gaib. Hanya Allah saja yang tahu. Tidak satu pun dari makhlukNya mengetahui kapan kiamat, baik para nabi maupun malaikat. Allah SWT. Berfirman, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.” (Luqman 34).
Maka ketika ditanya tentang hal ini, Rasulullah saw. Mengembalikannya kepada Allah swt., “Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari kiamat.” (Fushilat: 47)
Allah merahasiakan terjadinya hari kiamat, dan menerangkan bahwa kiamat akan datang secara tiba-tiba. “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui’.” (Al-A’raaf: 187)
Namun demikian, sesungguhnya Allah dengan rahmat-Nya telah menjadikan kiamat memiliki alamat yang menunjukkan ke arah itu dan tanda-tanda yang mengantarkannya. “Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” (Muhammad: 18)
“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu (pula’).”(Al-An’am: 158)
Maka tanda-tanda kiamat adalah alamat kiamat yang menunjukkan akan terjadinya kiamat tersebut. Dan tanda-tanda kiamat ada dua: tanda-tanda kiamat besar dan tanda-tanda kiamat kecil.
Tanda kiamat kecil adalah tanda yang datang sebelum kiamat dengan waktu yang relatif lama, dan kejadiannya biasa, seperti dicabutnya ilmu, dominannya kebodohan, minum khamr, berlomba-lomba dalam membangun, dan lain-lain. Terkadang sebagiannya muncul menyertai tanda kiamat besar atau bahkan sesudahnya.
Tanda kiamat besar adalah perkara yang besar yang muncul mendekati kiamat yang kemunculannya tidak biasa terjadi, seperti muncul Dajjal, Nabi Isa a.s., Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari Barat, dan lain-lain.
Para ulama berbeda pendapat tentang permulaan yang muncul dari tanda kiamat besar. Tetapi Ibnu Hajar berkata, “Yang kuat dari sejumlah berita tanda-tanda kiamat, bahwa keluarnya Dajjal adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar, dengan terjadinya perubahan secara menyeluruh di muka bumi. Dan diakhiri dengan wafatnya Isa a.s. Sedangkan terbitnya matahari dari Barat adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar yang mengakibatkan perubahan kondisi langit. Dan berakhir dengan terjadinya kiamat.” Ibnu Hajar melanjutkan, ”Hikmah dari kejadian ini bahwa ketika terbit matahari dari barat, maka tertutuplah pintu taubat.” (Fathul Bari)
Tanda-Tanda Kiamat Kecil
Tanda-tanda kiamat kecil terbagi menjadi dua: Pertama, kejadian sudah muncul dan sudah selesai; seperti diutusnya Rasulullah saw., terbunuhnya Utsman bin ‘Affan, terjadinya fitnah besar antara dua kelompok orang beriman. Kedua, kejadiannya sudah muncul tetapi belum selesai bahkan semakin bertambah; seperti tersia-siakannya amanah, terangkatnya ilmu, merebaknya perzinahan dan pembunuhan, banyaknya wanita dan lain-lain.
Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah:
1. Diutusnya Rasulullah saw
Jabir r.a. berkata, ”Adalah Rasulullah saw. jika beliau khutbah memerah matanya, suaranya keras, dan penuh dengan semangat seperti panglima perang, beliau bersabda, ‘(Hati-hatilah) dengan pagi dan sore kalian.’ Beliau melanjutkan, ‘Aku diutus dan hari Kiamat seperti ini.’ Rasulullah saw. mengibaratkan seperti dua jarinya antara telunjuk dan jari tengah. (HR Muslim)
2. Disia-siakannya amanat
Jabir r.a. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata, “Kapan terjadi Kiamat ?” Rasulullah saw. terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata, “Rasulullah saw. mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya.” Berkata sebagian yang lain, “Rasul saw. tidak mendengar.” Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya, “Mana yang bertanya tentang Kiamat?” Berkata lelaki Badui itu, ”Saya, wahai Rasulullah saw.” Rasulullah saw. Berkata, “Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Rasulullah saw. Menjawab, “Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR Bukhari)
3. Penggembala menjadi kaya
Rasulullah saw. ditanya oleh Jibril tentang tanda-tanda kiamat, lalu beliau menjawab, “Seorang budak melahirkan majikannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, dan miskin, penggembala binatang berlomba-lomba saling tinggi dalam bangunan.” (HR Muslim)
4. Sungai Efrat berubah menjadi emas
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai Sungai Eufrat menghasilkan gunung emas, manusia berebutan tentangnya. Dan setiap seratus 100 terbunuh 99 orang. Dan setiap orang dari mereka berkata, ”Barangkali akulah yang selamat.” (Muttafaqun ‘alaihi)
5. Baitul Maqdis dikuasai umat Islam
”Ada enam dari tanda-tanda kiamat: kematianku (Rasulullah saw.), dibukanya Baitul Maqdis, seorang lelaki diberi 1000 dinar, tapi dia membencinya, fitnah yang panasnya masuk pada setiap rumah muslim, kematian menjemput manusia seperti kematian pada kambing dan khianatnya bangsa Romawi, sampai 80 poin, dan setiap poin 12.000.” (HR Ahmad dan At-Tabrani dari Muadz).
6. Banyak terjadi pembunuhan
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiada akan terjadi kiamat, sehingga banyak terjadi haraj.. Sahabat bertanya apa itu haraj, ya Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab, “Haraj adalah pembunuhan, pembunuhan.” (HR Muslim)
7. Munculnya kaum Khawarij
Dari Ali ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Akan keluar di akhir zaman kelompok orang yang masih muda, bodoh, mereka mengatakan sesuatu dari firman Allah. Keimanan mereka hanya sampai di tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Di mana saja kamu jumpai, maka bunuhlah mereka. Siapa yang membunuhnya akan mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR Bukhari).
8. Banyak polisi dan pembela kezhaliman
“Di akhir zaman banyak polisi di pagi hari melakukan sesuatu yang dimurkai Allah, dan di sore hari melakukan sesutu yang dibenci Allah. Hati-hatilah engkau jangan sampai menjadi teman mereka.” (HR At-Tabrani)
9. Perang antara Yahudi dan Umat Islam
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim)
10. Dominannya Fitnah
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat, sampai dominannya fitnah, banyaknya dusta dan berdekatannya pasar.” (HR Ahmad).
11. Sedikitnya ilmu
12. Merebaknya perzinahan
13. Banyaknya kaum wanita
Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah ilmu diangkat, banyaknya kebodohan, banyaknya perzinahan, banyaknya orang yang minum khamr, sedikit kaum lelaki dan banyak kaum wanita, sampai pada 50 wanita hanya ada satu lelaki.” (HR Bukhari)
14. Bermewah-mewah dalam membangun masjid
Dari Anas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Diantara tanda kiamat adalah bahwa manusia saling membanggakan dalam keindahan masjid.” (HR Ahmad, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban)
15. Menyebarnya riba dan harta haram
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu waktu, setiap orang tanpa kecuali akan makan riba, orang yang tidak makan langsung, pasti terkena debu-debunya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Akan datang pada manusia suatu saat di mana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram.” (HR Ahmad dan Bukhari)
Tanda-Tanda Kiamat Besar
Sedangkan tanda-tanda kiamat besar yaitu kejadian sangat besar dimana kiamat sudah sangat dekat dan mayoritasnya belum muncul, seperti munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa, Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj.
Ayat-ayat dan hadits yang menyebutkan tanda-tanda kiamat besar di antaranya:
Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulqarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (Al-Kahfi: 82)
“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)
Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari ra, berkata: Rasulullah saw. muncul di tengah-tengah kami pada saat kami saling mengingat-ingat. Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang sedang kamu ingat-ingat?” Sahabat menjawab, “Kami mengingat hari kiamat.” Rasulullah saw. bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tandanya.” Kemudian Rasulullah saw. menyebutkan: Dukhan (kabut asap), Dajjaal, binatang (pandai bicara), matahari terbit dari barat, turunnya Isa as. Ya’juj Ma’juj dan tiga gerhana, gerhana di timur, barat dan Jazirah Arab dan terakhir api yang keluar dari Yaman mengantar manusia ke Mahsyar. (HR Muslim)
Dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Hari tidak akan berakhir, dan tahun belum akan pergi sehingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang dari keluargaku, namanya sama dengan namaku.” (HR Ahmad)
Perbedaan antara tanda-tanda kiamat kecil dan kiamat besar adalah :
- Tanda-tanda kiamat kecil secara umum datang lebih dahulu dari tanda-tanda kiamat besar.
- Tanda-tanda kiamat kecil sebagiannya sudah terjadi, sebagiannya sedang terjadi dan sebagiannya akan terjadi. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar belum terjadi.
- Tanda kiamat kecil bersifat biasa dan tanda kiamat besar bersifat luar biasa.
- Tanda kiamat kecil berupa peringatan agar manusia sadar dan bertaubat. Sedangkan kiamat besar jika sudah datang, maka tertutup pintu taubat.
- Tanda-tanda kiamat besar jika muncul satu tanda, maka akan diikuti tanda-tanda yang lainnya. Dan yang pertama muncul adalah terbitnya matahari dari Barat.

liyatin gambar-gam
bar yang akan terjadi saat hari kiamat nanti :


Selasa, Maret 17, 2009
Tradisi Miyos Gongso dan Riwayat Keramaian Sekaten
Perayaan Sekaten di Keraton Kasultanan Yogyakarta dilangsungkan setiap tahun pada tanggal 5 hingga 11 bulan Maulud tahun Jawa atau bulan Rabi’ul Awal dalam kalender Islam. Rangkaian Perayaan Sekaten dimulai dengan tradisi Miyos Gongso, yaitu prosesi dikeluarkannya sepasang Gamelan Pusaka Sekaten dari bangsal penyimpanannya di dalam Keraton, menuju Masjid Gedhe di sebelah barat Alun-alun. Upacara ini diselenggarakan selepas Sholat Isya’, pada malam hari menjelang tanggal 6 Maulud.
Kedua perangkat gamelan ini sudah mulai diperdengarkan menjelang dimulainya tradisi Miyos Gongso. Pada jaman dahulu saat berlangsungnya tradisi ini, seperangkat gamelan ditempatkan di Bangsal Trajumas dan seperangkat lainnya ditempatkan di Bangsal Sri Manganti. Namun pada jaman sekarang, keduanya ditempatkan di Bangsal Ponconiti di halaman Kemandhungan Lor atau biasa disebut halaman Keben. Dari sinilah rangkaian tradisi Miyos Gongso dilangsungkan, sebagai penanda resmi dimulainya Perayaan Sekaten.
Prosesi Miyos Gongso dimulai sekitar pukul 8 malam, diawali dengan tradisi nyebar udhik-udhik. Ini adalah sebuah tradisi dimana Sultan memerintahkan Pangeran atau rayi dalem yang menjadi utusannya untuk membagi-bagikan sedekah kepada masyarakat yang hadir di Bangsal Ponconiti, serta para abdi dalem Wiyogo yang bertugas menabuh kedua Gamelan Pusaka. Sedekah udhik-udhik yang terdiri dari uang logam, beras kuning dan bebungaan ini, selalu mendapatkan sambutan antusias dari semua yang hadir, karena diyakini akan memberikan tuah dan berkah untuk keselamatan dan kesejahteraan.
Setelah selesainya tradisi nyebar udhik-udhik, Kedua Gamelan Pusaka terus diperdengarkan, sambil menunggu tengah malam, dimana keduanya akan dipindahkan menuju Masjid Gedhe.
Konon, sejarah Keramaian Sekaten sudah ada sebelum Kasultanan Demak berdiri pada abad ke-15. Pada masa Kerajaan Majapahit masih berkuasa, Kadipaten Demak yang dipimpin oleh Raden Patah, setiap tahun menjadi tempat musyawarah para pemuka agama Islam di Pulau Jawa, yang dikenal dengan nama Walisanga. Pertemuan para wali berlangsung selama sepekan pada bulan Rabi’ulawal, yang diakhiri pada tanggal 12, bersamaan dengan perayaan untuk menghormati kelahiran Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi wa Sallam. Untuk memperkuat syiar Agama Islam, pada tahun 1399 Saka, Raden Patah bersama para wali membangun Masjid Agung di Kadipaten Demak. Di masjid inilah dipusatkan tradisi musyawarah tahunan para wali, sekaligus keramaian untuk memperingati Maulud Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang diisi dengan kegiatan syiar Agama Islam.
Para wali menyadari jika rakyat yang masih memegang erat kepercayaan lama, sangat sulit dipengaruhi dan diajak memeluk Agama Islam. Singkat cerita, musyawarah para wali pun bersepakat untuk melakukan strategi budaya. Berbagai tradisi lama akan terus dilestarikan, namun diberi warna dan sentuhan spiritual sesuai dengan ajaran Agama Islam.
Kebetulan, rakyat Majapahit juga mewarisi tradisi keramaian tahunan. Pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya V, tradisi tahunan ini selalu diramaikan dengan diperdengarkannya Gamelan Pusaka bernama Kanjeng Kyai Sekar Delima, yang dipandang sangat keramat dan memberkati. Setiap keramaian yang disertai irama gamelan seperti ini, akan sangat menarik perhatian rakyat untuk hadir.
Oleh karenanya, untuk menarik perhatian rakyat agar mau hadir dan masuk ke Masjid Agung, Sunan Kalijaga mengusulkan agar diperdengarkan bebunyian gamelan di halaman masjid. Sementara pada saat yang sama, para wali melakukan dakwah langsung kepada rakyat. Meski secara hukum memperdengarkan gamelan di lingkungan masjid dianggap makruh, namun demi kelancaran syiar Agama Islam, para Wali menyetujui gagasan ini. Sunan Kalijaga yang sangat memahami budaya Jawa, kemudian menciptakan seperangkat gamelan yang diberi nama Kyai Sekati. Sementara gendhing-gendhing yang akan diperdengarkan, diciptakan bersama antara Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Giri dan Sunan Kudus.
Gamelan Kyai Sekati ditabuh sedemikian rupa, menggema dengan irama yang indah dan membahagiakan hati, sehingga berhasil menarik perhatian rakyat di seputar Demak. Mereka datang berduyun-duyun dari berbagai penjuru, memadati Alun-alun di muka Masjid Agung. Sementara itu, para Wali silih berganti tampil pada mimbar dimuka gapura masjid, menyampaikan wejangan dan ajaran-ajaran Agama Islam dengan gaya bahasa yang memikat.
Pendekatan budaya ini ternyata membuahkan hasil. Rakyat begitu terhibur di tengah alunan gamelan, sekaligus tertarik dengan petuah-petuah Islami yang disampaikan oleh para Wali. Pada saat yang sama, mereka yang tertarik memeluk Agama Islam, diperkenan masuk ke Serambi Masjid. Setelah bersuci sesuai tatacara Islam, mereka kemudian mengucapkan 2 kalimat kesaksian yang disebut Syahadatain.
Lafal Syahadat pertama yang disebut Syahadat Tauhid, berbunyi “Asyhadu Alla Ilaaha Illallah“, menjadi kesaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak dan patut disembah kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan lafal syahadat kedua disebut Syahadat Rasul, berbunyi “wa Asyhadu Anna Mu-hammadar Rasuulullah“, menjadi kesaksian dan pengakuan bahwa Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah Rasul utusan Allah.
Selama sepekan berlangsungnya keramaian ini, banyak rakyat secara sukarela masuk Agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat. Kepada mereka yang telah masuk Islam, kemudian dilakukan upacara khitanan. Demikianlah, keramaian inipun kemudian resmi menjadi upacara tahunan kerajaan, dan kemudian diberi nama Sekaten. Asal kata nama ini, bisa jadi berasal dari nama Gamelan Kyai Sekati, atau berasal dari kata “Syahadatain“.
Gendhing-gendhing Sekaten yang sering dipergunakan sejak jaman Kerajaan Islam Demak ada 16 macam. Nama-nama gendhing Sekaten itu adalah : Rambo – Patet Lima; Rangkung – Patet Lima; Lung Gadung – Pelog Patet Lima; Atur-atur – Patet Enem; Andong-andong – Patet Lima; Rendeng – Patet Lima; Yaumi – Patet Lima; Gliyung – Patet Enem; Salatun – Patet Enem; Dindang Sabinah – Patet Enem; Muru Putih – Patet Enem; Orang-aring – Patet Enem; Ngajatun – Patet Enem; Bayem Tur – Patet Enem; Supiatun – Patet Barang; dan Srundeng Gosong – Pelog Patet Barang.
Tradisi Miyos Gongso dan Riwayat Gamelan Sekaten
Menjelang tengah malam, kedua perangkat Gamelan Pusaka Sekaten, Kyai Gunturmadu dan Kyai Nogowilogo mulai dipersiapkan untuk selanjutnya dipindahkan menuju Pagongan di Masjid Gedhe. Prosesi pemindahan dikawal oleh 2 bregada prajurit Keraton, yaitu Bregada Prajurit Mantrijero dan Bregada Prajurit Patangpuluh, para Panji dari semua bregada prajurit Keraton, serta sejumlah abdi dalem setingkat Bupati, baik abdi dalem Keprajan maupun abdi dalem Punokawan.
Tepat pukul 11 malam, iring-iringan Kirab Miyos Gongso dimulai dalam suasana khidmat, dari pintu gerbang atau Regol Brojonolo, keluar dari lingkungan Keraton menuju Masjid Gedhe, melalui Supit Urang, Sitihinggil, Pagelaran dan Alun-alun. Sebelum mencapai 2 pohon beringin kurung di tengah Alun-alun, iring-iringan akan membelok ke barat, langsung menuju Regol Masjid Gedhe.
Keberadaan kedua perangkat Gamelan Pusaka Sekaten, Kyai Gunturmadu dan Kyai Nogowilogo, tidak terlepas dari sejarah kerajaan-kerajaan Islam di Jawa Tengah, sejak jaman Kasultanan Demak hingga berdirinya Keraton Kasultanan Yogyakarta.
Pada sekitar tahun 1400 Saka, Kerajaan Majapahit jatuh akibat serangan balatentara Demak di bawah pimpinan Raden Patah. Tiga tahun kemudian, pada Tahun 1403 Saka, berdirilah Kasultanan Demak. Raden Patah bertahta dengan gelar Sultan Syah Alam Akbar.
Sebagai pusat kekuasaan baru, Kasultanan Demak mewarisi sisa-sisa kekayaan Majapahit, termasuk Gamelan Pusaka Kyai Sekar Delima. Gamelan Pusaka ini kemudian dipergunakan untuk melengkapi Gamelan Sekaten. Sejak saat itulah terdapat sepasang Gamelan Pusaka Sekaten. Satu perangkat diciptakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga yang bernama Kyai Sekati. Satu perangkat lagi merupakan warisan Kerajaan Majapahit, yang kemudian diberi nama Nyai Sekati. Kedua perangkat gamelan Pusaka inilah yang selalu diperdengarkan dalam keramaian Sekaten.
Seiring dengan jatuh dan berdirinya pusat-pusat kekuasaan di Jawa, tradisi Sekaten beserta kedua perangkat gamelannya juga menjadi pusaka yang diwariskan secara turun-temurun. Sejak keruntuhan Kasultanan Demak, tradisi ini diwarisi oleh Kasultanan Pajang, dan dilanjutkan oleh Dinasti Mataram Islam sejak jaman Kotagede, Kerta, Plered, hingga Kartasura dan Surakarta.
Pasca peristiwa Palihan Nagari pada tahun 1755 yang membagi Dinasti Mataram Islam menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, sebagaimana wilayah-wilayah kekuasaan, pusaka-pusaka pun kemudian dibagi dua untuk masing-masing Keraton. Termasuk Gamelan Pusaka Sekaten yang merupakan warisan jaman Kasultanan Demak.
Kasunanan Surakarta mewarisi Gamelan Pusaka Kyai Sekati, sementara Gamelan Pusaka Nyai Sekati diwarisi oleh Kasultanan Yogyakarta. Mengingat Gamelan Pusaka Sekaten bersifat sepasang, maka masing-masing Keraton kemudian mutrani atau membuat duplikat Gamelan Pusaka yang tidak dimilikinya. Dengan demikian, maka Keraton Kasultanan Yogyakarta kemudian memiliki sepasang Gamelan Pusaka Sekaten, yaitu Nyai Sekati dan duplikat Kyai Sekati. Pasangan gamelan yang disempurnakan kembali pada jaman Sri Sultan Hamengku Buwono I itu, kemudian diberi nama baru. Gamelan Pusaka Nyai Sekati diberi nama baru Kyai Gunturmadu, sementara duplikat Gamelan Pusaka Kyai Sekati diberi nama Kyai Nogowilogo. Gunturmadu mengandung arti “turunnya anugerah“, sedangkan Nogowilogo memiliki makna “ kemenangan perang yang lestari”.
Sementara itu di sekitar Masjid Gedhe, meski dalam suasana gerimis, ribuan masyarakat telah menanti kedatangan iring-iringan Kirab Miyos Gongso. Dan menjelang tengah malam, kedua perangkat Gamelan Pusaka Sekaten sampai di pintu gerbang atau Regol Masjid Gedhe. Setelah dilakukan upacara serah terima, bersama seluruh pengiringnya, kedua perangkat Gamelan Pusaka Sekaten langsung dibawa menuju Pagongan.
Bregada Prajurit Mantrijero, mengawal Gamelan Pusaka Kyai Gunturmadu menuju Pagongan di sebelah selatan. Sementara Bregada Prajurit Patangpuluh, mengawal Gamelan Pusaka Kyai Nogowilogo menuju Pagongan di sebelah Utara.
Pagongan adalah sebuah bangunan berbentuk panggung, yang secara khusus dipergunakan untuk menempatkan sekaligus memperdengarkan Gamelan Pusaka Sekaten pada setiap bulan Maulud. Sebagaimana Gamelan Pusaka Sekaten, bangunan Pagongan juga berjumlah sepasang, yang terletak di halaman depan Masjid Gedhe, pada sisi utara dan selatan. Gamelan Pusaka Kyai Gunturmadu selalu ditempatkan di Pagongan sebelah selatan, sementara Gamelan Pusaka Kyai Nogowilogo ditempatkan di Pagongan sebelah utara.
Di kedua bangunan Pagongan ini, kedua perangkat Gamelan Pusaka tersebut akan diperdengarkan terus-menerus setiap hari selama sepekan, kecuali pada waktu-waktu sholat dan pada malam Jum’at sampai dengan setelah Sholat Jum’at.